Assalamu’alaikum Parent!
Ayah Bunda sudah tahu belum sih
apa itu sekolah Montessori? Apa sih bedanya dengan sekolah pada umumnya? Pada
edisi ParentHarusTau kali ini, kita akan bahas secara umum perbedaan antara
sekolah montessori dengan sekolah konvensional. Di simak ya, Parent.
Jadi Montessori sendiri
sebenarnya adalah nama seorang dokter dan antropolog asal Italia, lebih
lengkapnya beliau adalah Maria Montessori. Berdasarkan pengamatan seksama
terhadap perilaku anak-anak didiknya, Montessori berkesimpulan bahwa di dalam
tubuh anak pada dasarnya tersimpan semangat belajar yang luar biasa.
Nah, Parent pernah tidak bertanya kenapa sih anak usia dini cenderung sangat aktif, banyak gerak kesana-kemari, menyentuh ini itu, atau kalau kata Bunda di rumah kerjaannya bikin rumah berantakan melulu? ๐
Menurut Montessori, perilaku anak
yang berlarian kesana kemari, menyentuh, memegang, mengamati, bahkan merusak
benda-benda yang menarik baginya, sebenarnya merupakan gaya belajar mereka yang
khas. Selain itu, menurut Montessori, anak mendapatkan kepuasan dalam proses
pencariannya bila mereka diberi kebebasan untuk memilih aktivitasnya sendiri
dan melakukan sesuatunya sendiri.
| Gbr 1. Kegiatan outing - Market Day |
![]() |
| Gbr 2. Aktivitas pembelajaran Montessori |
Perbedaan yang juga terlihat mencolok adalah jika pada sekolah konvensional untuk tingkat PAUD, anak-anak akan belajar dengan duduk rapi dan teratur dalam sebuah kelas, maka Parent akan menemukan kalau anak-anak pada sekolah montessori pada umumnya belajar dengan gaya ‘lesehan’ disertai berbagai material montessori di dalam ruangan lengkap dengan alam terbuka seperti taman bermain dan green house.
![]() |
| Gbr 3. Kegiatan memanen sayuran di greenhouse |
![]() |
| Gbr 4. Kegiatan memanen sayuran di greenhouse |
| Gbr 5. Alat belajar dan bermain ala montessori di Sekolah Islam Montessori Adam Hawa |
Metode pendidikan Montessori yang
menekankan akan pentingnya kebebasan inilah yang merupakan kunci dari
optimalnya perkembangan anak dengan memberikan ruang yang bebas dan terbuka
bagi anak untuk mengembangkan diri dan bereksplorasi. Jika anak di hadapkan
pada lingkungan yang tepat, dan memberikan peluang kepada mereka unuk secara
bebas merespon secara individual terhadap lingkungan tersebut, maka pertumbuhan
alami anak terbuka dalam kehidupan mereka.
Jadi gimana Parent sudah paham
perbedaannya? Kalau masih bingung, Parent jangan ragu ya untuk bertanya di
kolom komentar!
Sampai jumpa di sesi ParentHarusTau!
Wassalam!



0 comments:
Posting Komentar