Assalamu’alaikum Parent!
Di rabu sore ceria kali ini
pembahasan sesi ParentHarusTahu masih berkaitan dengan sistem sensori
pada anak. Kali ini AdamHawa akan coba bahas lebih mendalam lagi tentang manfaat
mengenalkan aktivitas bermain yang dapat merangsang sensorial bermain pada
anak. Langsung di simak ya.
Apakah semua aktivitas bermain yang
dilakukan anak dapat merangsang sistem sensori mereka? Jawabannya iya jika
aktivitas tersebut melibatkan kelima sistem sensori anak. Memang apa sih
manfaatnya aktivitas bermain yang melibatkan sistem sensori dengan yang cuma main
ala kadarnya?
Jadi begini ya Parent, permainan sensori memiliki fokus utama untuk melibatkan setiap sistem sensori pada anak dan disaat yang bersamaan membantu mengembangkan kinerja sistem sensori tersebut. Lebih lanjut, permainan sensorial dapat membantu perkembangan kemampuan kognitif, kemampuan bahasa dan juga skill motorik –yang nantinya dapat membantu proses belajar mereka di masa depan dan membangun karakter personal dan interpersonal Permainan sensorial juga meningkatkan kemampuan berinteraksi dan menumbuhkan ketertarikan anak-anak terhadap hal-hal baru di sekitarnya.
Dan, dibalik itu permainan
sensorial ternyata juga mampu megembangkan dua sistem sensori yang sepertinya
kurang mendapat perhatian, yaitu proprioseptif dan vestibular. Nah
lho apa lagi dah ini.
Pada artikel sebelumnya sempat
dibahas bahwa ada yang namanya sensori integrasi yang merupakan proses mengenal,
mengubah dan membedakan sensasi dari sistem sensori untuk menghasilkan suatu
respon berupa ‘perilaku adaptif bertujuan’. Peristiwa sensori integrasi menggabungkan
berbagai informasi dari gabungan indera-indera manusia menjadi sebuah informasi
yang utuh. Nah, informasi inilah yang lebih lanjut akan dibantu ‘diterjemahkan’
oleh sensori proprioseptif (gerakan) dan vestibular (keseimbangan)
dalam bentuk respon yang paling sesuai.
Indera proprioseptif terkait dengan respon berupa gerakan. Indera ini akan membangun kesadaran di dalam tubuh anak dan membentu mereka untuk mengetahui bagian-bagian tubuh yang saling berkaitan satu sama lain dan memberi informasi tentang seberapa besar ‘kekuatan’ yang dikerahkan untuk melakukan respon memegang, mendorong, menarik dan mengangkat. Sedangkan indera vestibular berkaitan dengan keseimbangan yang akan membantu anak menjaga keseimbangan ketika mulai berkesplorasi dengan berbagai aktivitas.
Berikut adalah penjelasan singkat
dari beberapa tipe permainan sensorial pada sebuah kurikulum sekolah
montessori.
Visual, anak belajar hal baru melalui
penglihatan mereka. Pada sekolah montessori, benda-benda yang dilihat oleh anak
lebih lanjut didasarkan pada beberapa hal seperti berdasarkan dimensi (ukuran, panjang,
lebar dan kedalaman) dari suatu objek, warma dan juga bentuk.
Taktil, area permainan ini berkaitan
dengan seluruh kegiatan yang melibatkan indera peraba. Melalui sentuhan, anak-anak
akan belajar perbedaan tekstur dari setiap benda, mempertajam kepekaan dan
pemahaman mereka terhadap lingkungan sekitar. Pada satu kesempatan anak-anak akan
bermain untuk mengelompokkan benda-benda yang berbahan sama dengan mata
tertutup. Dalam permainan sejenis ini, anak-anak akan mengandalkan indera
peraba mereka dan ketika berhasil menyelesaikannya maka tumbuh perasaan bangga terhadap
suatu pencapaian.
Baric work, permainan yang berkaitan dengan
tekanan dan berat untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman
terhadap objek di sekitar mereka.
Thermic work, permainan yang berhubungan dengan
suhu, membantu anak agar mampu membedakan suhu benda.
Auditory work, permainan yang berkaitan dengan bagaimana
anak membangun persepsi dan membedakan satu suara dengan suara lainnya
Olfactory work, berfokus pada indera pencium yang
membantu anak untuk membedakan bebauan.
Gustatory work, jenis permainan yang dapat membantu
anak untuk membedakan dan mengetahui bagaimana sesuatu dapat memiliki rasa yang
berbeda.
Practical life, permainan yang membantu anak untuk
menjadi lebih mandiri untuk menyelesaikan tugas rumah yang sederhana.
Sensorial, permainan untuk melatih kelima
sistem indera anak, yaitu pendengaran, penglihatan, peraba, penciuman, dan pengecap.
Maths, permainan yang secara umum membantu
kemampuan matematika anak, mengenalkan matematika dengan cara yang menarik dan menjadi
seusatu yang ingin mereka pelajari.
Language, adalah kemampuan yang ternyata perkembangannya
sudah dimulai sejak lahir. Dr. Maria Montessori menjelaskan jika pada usia enam
tahun, anak-anak berada pada tahap ‘penyerap’. Mereka akan menyerap berbagai bahasa
yang mereka dengan di lingkungannya.
Cultural, pada umumnya pelajarn kultural pada
sekolah montesori terdiri atas lima yaitu bertanam, beternak, geografi,
sejarah, musik, seni dan ilmu umum.
Semoga dengan
pembahasan kali ini, bisa menjawab pertanyaan Parent terkait dengan bagaimana
anak-anak di sekolah montesori bisa mengembangkan kemampuan yang mereka miliki secara
maksimal dan efektif, AdamHawa akan kembali lagi dengan pembahasan yang masih
terkait dengan permainan sensorial di sesi ParentHarusTahu selanjutnya.
Sampai jumpa.
Wassalam!




0 comments:
Posting Komentar