Assalamu’alaikum Parent!
Artikel untuk sesi ParentHarusTahu
kali ini benar-benar akan memberi informasi yang tentunya tidak kalah bermanfaatnya
dengan artikel0artikel sebelumnya :D
Untuk Parent yang sudah mendaftarkan
anaknya di Sekolah Montessori Islam Adam Hawa pasti sudah tidak asing lagi nih
dengan istilah sensori. Bagi yang belum paham, disimak baik-baik ya artikel di
bawah.
Happy reading!
Momen ketika anak dilahirkan,
mereka secara konsisten akan menggunakan sistem sensori yang mereka miliki untuk
mengeksplor dan mengetahui hal-hal yang terjadi di sekitar mereka. Mereka akan
menyerap informasi di sekitar melalui organ-organ sensori mereka, seperti mata
dan telinga. Yups, jadi sebenarnya yang di maksud dengan sistem sensori
disini adalah kelima panca indera yang dimiliki manusia pada umumnya, yaitu sistem
visual (penglihatan), sistem auditory (pendengaran), sistem
somatosensory (perabaan), dan sistem gustatory (pengecapan).
Perkembangan sistem sensori pada
anak sangatlah penting, secara keseluruhan proses perkembangan ini akan
menunjang proses belajar anak untuk mengenal lingkungan sekitarnya. Berdasarkan
pengarang buku “The Young Child in Context: A Psycho-Social-Perspective” –Marike
de Witt, bayi mulai memberi respon terhadap rangsangan sejak mereka lahir. Walaupun
tahap perkembangannya belum sempurna, bayi akan memberikan respon seperti memutar
kepala mereka kepada sumber suara, menatap benda-benda sekitar mereka dan merasakan
tangan dan kaki mereka dengan sentuhan.
Di awal perkembangan sistem sensori
ini, anak akan mulai mengakrabkan diri dengan Interaksi yang umumnya terjadi di
lingkungan sekitar mereka, seperti suara bercakap-cakap anggota keluarga. Selanjutnya
mereka akan mulai membangun koordinasi antara mata dan tangan dan menggunakan
tangan mereka untuk menyentuh apa yang mereka lihat. Selanjutnya mereka akan
melakukan eksplorasi menggunakan mata-tangan-mulut dengan meletakkan
benda-benda ke mulut mereka –yang keseluruhan proses ini akan merangsang perkembangan
sistem pengecapan.
Setelah melalui beberapa saat, ketajaman
penglihatan mereka mulai terbangun, membuat mereka mampu untuk bergerak tanpa
terjatuh ketika menaiki tangga atau berjalan di antara barang-barang. De Witt menambahkan
bahwa walaupun sistem sensori ini berkembangan secara terpisah, namun di akhir tahun
pertama anak akan memasuki proses integrasi sensori yang artinya mereka
akan mampu memproses beberapa tipe informasi sekaligus, terutama penglihatan
dan pendengaran.
Anak yang memiliki perkembangan sistem
sensori yang sehat akan memberikan pengaruh yang signifikan ketika mereka mulai
masuk usia sekolah. Perkembangan sensori anak dijadikan acuan untuk memonitor
keseluruhan tahap perkembangan anak. Misalnya, ketika anak tidak memperlihatkan
progress yang baik dalam hal kebiasaan dan perkembangan fisik yang seharusnya terjadi
di usia mereka, bisa jadi merupakan indikasi bahwa anak memiliki masalah dalam
memproses dan mengerti lingkungan yang baru mereka temui. Itulah mengapa
penting untuk memperhatikan kurikulum yang dimiliki sekolah, karena
perkembangan sistem sensori anak ‘seharusnya’ akan semakin terangsang ketika
mulai bersekolah karena jangkauan eksplorasi yang semakin luas.
Berikut adalah beberapa aktifitas yang
dapat memacu perkembangan sensori bergantung umur anak
Bayi, memperlihatkan gelembung yang
ditiup ke udara dan membuat kontak langsung, misalnya menyentuh, meremas kertas
untuk merangsang sistem peraba dan suara.
![]() |
| Photo by Kai Dahms on Unsplash |
Balita, memperlihatkan bayangan di dinding yang
dibuat melalui senter, observasi warna dan pola melalui aktivitas melukis
dengan langsung dengan tangan.
![]() |
| Photo by Ana Klipper on Unsplash |
Pre-school, bermain dengan pasir atau tanah
untuk membuat bentuk dan merasakan beragam tekstur, bermain alat musik untuk
membedakan suara dan nada dan berekplorasi dengan bangun ruang.
![]() |
| kelas Sensorial di Sekolah Montessori Islam Adam Hawa |
Perkembangan sistem sensori akan membantu
anak untuk membedakan warna, tekstur, bunyi dan rangsangan lainnya yang nantinya
akan membantu mereka ketika mulai memasuki masa usia sekolah tingkat lanjut. Keseluruhan
proses belajar melalui perkembangan sistem sensori ini lebih lanjut akan membantu
mereka untuk bermain dengan aman dan berinteraksi dengan sekitar dan juga
membantu perkembangan otak mereka.
Masyaallah, lumayan panjang juga ya bahasan
kali ini Parent. Semoga tidak jadi penyebab untuk berhenti main ke blog
Adam Hawa ๐
karena disini Parent akan menemukan banyak tips dan informasi mengenai tumbuh
kembang anak.
Sampai jumpa di sesi ParentHarusTahu
lainnya ya Parent
Wassalam!




0 comments:
Posting Komentar