Assalamu’alaikum, Parent! ๐
Alhamdulillah, hari ini adalah hari
senin pertama di tahun 2023 ya, Parent. Apapun tujuan, target, rencana
yang Parent miliki di tahun ini, semoga diwujudkan dan diridhai oleh
Allah SWT ๐
Artikel pertama di awal tahun 2023
hari ini akan kembali pada sesi #ParentHarusTahu yang khusus akan membahas
bagaimana –Parent sebagai orang dewasa membantu anak-anak untuk menyusun
target yang ingin mereka capai di tahun ajaran baru sekolah.
Istilah back to school ataupun
new year school bagi anak-anak yang baru hendak memulai perjalanan
sekolahnya, keduanya merupakan momentum bagi anak untuk belajar menentukan
tujuan atau target yang ingin mereka capai selama masa tersebut. Menetapkan
tujuan tidak hanya membantu anak-anak mendapatkan pengalaman terbaik
dalam masa sekolah tetapi sebagai kesempatan untuk belajar mengasah keahlian
yang berkaitan dengan mencapai tujuan dan target.
![]() |
| Photo by Deleece Cook on Unsplash |
Kalau di Indonesia, kita familiar
dengan budaya dan kebiasaan ‘mempersiapkan’ (membeli) benda-benda untuk dipakai
anak sebelum masuk sekolah, seperti, sepstu, tas dan perlengkapan lainnya. Hal
ini tidak salah dilakukan, namun Parent juga harus membantu anak –lebih tepatnya
menanyai mereka tentang kehidupan bersekolah seperti apa yang mereka
inginkan dan apa yang hendak mereka capai dalam tahun ajaran baru. Tugas
Parent selanjutnya adalah membantu mengubah ‘resolusi’ anak menjadi aksi
nyata yang akan membawa mereka pada tujuan yang hendak mereka raih.
Mengapa perlu
menentukan tujuan?
Anak-anak mungkin terinspirasi
untuk menyelesaikan satu bagian buku untuk dibaca sendiri, mengikat tali sepatu
secara mandiri, menulis kalimat pertama mereka atau menguasai kemampuan
matematika dasar. Atau, mereka mungkin berharap untuk mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler, mendapatkan teman baru atau percaya diri ketika berbicara di
depan kelas, datang ke sekolah tepat waktu, mendapatkan ranking yang tinggi di kelas,
tepat waktu menyelesaikan pekerjaan rumah dan sederet target-target baik
lainnya.
Hal yang Parent bisa lakukan
adalah –terlepas dari apapun tujuan dan target sekolah yang anak miliki, memberi
jeda untuk merencanakan langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk
mencapai tujuan tersebut sebelum anak masuk sekolah. Hal ini dapat membantu
anak-anak untuk memiliki ‘awal’ dan persiapan yang lebih matang,
membantu terbentuknya pola pikir yang positif dan yang terpenting adalah
agar mereka siap untuk mencapai target mereka sendiri.
Belajar menentukan tujuan dan target
(dan brusaha mencapainya) mampu menumbuhkan sikap kemandirian dan memahami
bahwa mereka memiliki kendali penuh atas apapun yang hendak mereka capai,
tetapi Parent tetap mengarahkan yang sesuai dengan fitrah mereka. Ketika
anak memutuskan hal apa yang hendak ingin mereka raih, mereka akan termotivasi
untuk menyelesaikan hal tersebut karena alasan ‘kepuasan’ sendiri dan ajang
untuk belajar hal baru, bukan karena ingin mendapatkan pengakuan dari orang
lain atau hanya termotivasi karena adanya hadiah.
Alasan penitng lainnya mengapa anak
perlu menentukan tujuan dan target dalam perjalanan sekolah mereka adalah dapat
membantu anak menjadi sosok yang ‘punya visi dan misi’ sejak usia dini, pembelajar
yang bertanggung jawab, mampu memotivasi orang lain dan membantu anak
untuk terlibat lebih jauh lagi dengan perjalanan akademik mereka selanjutnya.
Lebih lanjut, target dan tujuan membuat mereka mampu lebih sadar dan sepenuhnya
hadir dengan kehidupan mereka saat ini dan bersemangat menantikan hari-hari
selanjutnya. Momen mereka menentukan tujuan dan target adalah suatu momen yang
juga sangat bermanfaat bagi Parent untuk memperkuat ikatan orangtua
terhadap anak.
Mendefinisikan ‘tujuan’
Pertama, pastikan anak memahami apa yang dimaksud dengan ‘menentukan tujuan’. Menentukan tujuan akan terlihat susah saat anak-anak tidak mengetahui makna dari kata tersebut. Parent bisa mencobanya dengan menjelaskan konsep dari tujuan itu sendiri; tujuan adalah sesuatu yang ingin diraih oleh seseorang. Tujuan akan tercapai ketika seseorang membuat rencana dan melakukan setiap langkah-langkah yang telah direncakan. Analogi yang bisa digunakan adalah melaui olahraga, seperti permainan sepakbola. Anak mungkin paham bahwa dalam permainan sepakbola, ‘goal’ adalah ketika pemain memasukkan bola ke dalam net. Jelaskan kepada anak, bahwa ketika pemain sepakbola memasukkan gol ke dalam net adalah hasil dari kerja keras yang mereka lakukan. Untuk mencetak gol, diperlukan percobaan dan berbagai teknik untuk mencetak satu gol. Melalui penjelasan ini, anak akan belajar memahami tentang ‘proses’ yang harus mereka lewati dan rencana yang harus mereka lakukan untuk membuat sebuah tujuan atau ‘gol’ dapat terwujud.
Jangan hanya
memberi arahan, tapi dengarkan
Ketika Parent menginginkan
anak untuk belajar menetapkan tujuan mereka, pastikan mereka berperan penuh terhadap
prosesnya. Pastikan bahwa Parent mendengarkan dengan seksama apa
yang hendak mereka raih. Di dalam prosesnya, Parent boleh memvalidasi
atau mengajukan pertanyaan tentang apakah tujuan tersebut tidak melanggar
apapun yang merupakan fitrah mereka sebagai anak-anak.
Jika Parent takut, anak-anak
mungkin menetapkan ‘target’ yang terlalu berat atau memiliki kecenderungan
terhadap hal-hal negatif, Parent bisa memberikan contoh langsung dari
tujuan yang Parent miliki sendiri. Namun, sekali lagi, berikan mereka ruang
untuk mempertimbangkan semuanya. Parent bisa memberi arahan seperti
memberitahu aspek kelebihan anak yang bisa mereka tingkatkan namun jangan
mengambil alih sepenuhnya.
Bagi anak-anak yang baru saja memasuki
usia taman kanak-kanank atau sekolah dasar, mereka mungkin belum memiliki
pemahaman yang baik terkait tujuan dan segala prosesnya. Dalam hal ini, Parent
boleh mengambil porsi besar dalam membantu anak untuk mencari tahu jika
mereka memiliki satu hal yang ingin dicapai selama masa sekolah. Dengan mengajukan
pertanyaan, anak-anak akan terangsang tentang hal yang mungkin saja mereka
tidak sadari, yang mereka memiliki potensi didalamnya dan ingin mereka
kembangkan. Sesederhana mengetahui bahwa mereka tertarik untuk memiliki teman
baru diluar lingkungan tempat tinggal mereka.
Anyway, saat ini Sekolah Montessori Islam Adam
Hawa cabang Kabupaten Maros, sedang membuka pendaftaran untuk tahun ajaran baru!
Parent bisa mengklik link ini jika Parent memiliki pertanyaan
seputar proses pendaftaran dan hal lainnya.
Oke Parent sekian dulu
artikel kali ini. Nantikan bagian duanya hanya di blog AdamHawa, blog dimana Parent
bisa mendapatkan berbagai tips dan trik seputar parenting dan dunia anak ๐
Sampai jumpa di bagian dua!
Wassalam!

0 comments:
Posting Komentar