Assalamu’alaikum, Parent! 😊
Hujan-hujan di sore ini, AdamHawa
akan bagi tips seputar kesehatan nih Parent. Parent tahu kan
kalau anak-anak tuh gampang terkena infeksi virus maupun bakteri apalagi di
cuaca dingin seperti sekarang. Oleh karenanya, sangat penting bagi Parent untuk
mengetahui cara menjaga daya tahan tubuh anak-anak apalagi selama musim
penghujan seperti sekarang ini. Langsung disimak saja ya, Parent!
Jika merujuk pada usia anak-anak,
sistem imun atau sistem pertahanan tubuh mereka belum sepenuhnya terventuk
hingga mereka berusia sekitar 8 tahun. Oleh karenanya mereka mudah terpapar
oleh batuk, flu dan infkesi lainnya.
“Antara umur 6 – 18 bulan, anak
secara khusus mudah terinfeksi karena antibodi yang diwariskan oleh ibu mereka
melemah dan disaat yang bersamaan mereka belum membangun antibodi mereka
sendiri.” Kata dr.
Tommy Södergren, Konsultan Pediatrik Livi
Jika dirata-ratakan, anak akan
terjangkit 8 – 10 pilek dalam setahun sebelum mereka menginjak usia dua tahun.
Ini bukan merupakan tanda dari lemahnya imun melainkan —ini berarti mereka
bersentuhan dengan banyak virus flu untuk pertama kalinya.
Kekebalan bekerja dalam dua cara.
Pertama, ada kekebalan bawaan, yang merupakan bawaan sejak lahir,
yang akan memberikan pertahanan umum. Lalu ada kekebalan adaptif
yang merespons ancaman atau antigen yang kita temui, dan membuat ‘perangkat
pertahanan’ yang dibuat khusus, yang disebut antibodi. Ini juga yang
terjadi ketika kita divaksinasi dengan versi virus atau bakteri yang
dilemahkan. Oleh karena anak-anak menghadapi begitu banyak infeksi baru, sistem
kekebalan mereka selalu waspada
Namun karena memang pilek dan batuk sesekali tidak bisa dihindari oleh anak-anak. Tetapi Parent dapat melakukan tujuh langkah ini untuk mendukung sistem kekebalan tubuh anak. Disimak ya Parent
Pastikan mereka banyak istirahat
Ada pepatah yang mengatakan bahwa
tidur nyenyak adalah obat terbaik, dan kualitas tidur memiliki hubungan yang
erat dengan kekebalan. Memiliki waktu tidur yang cukup dapat membantu mengurangi
peradangan dan memberi tubuh kita waktu untuk memperbaiki sel-sel yang rusak
dan disaat bersamaan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Ketika tubuh
dalam keadaan tidak sehat dan sistem kekebalan tubuh sedang melawan ancaman
virus atau bakteri yang mulai menginfeksi, respons kekebalan kita membuat kita
merasa mengantuk karena sumber daya tubuh difokuskan untuk melawan infeksi atau
memperbaiki cedera.
![]() |
| Photo by zhenzhong liu on Unsplash |
Bayi dan balita membutuhkan
setidaknya 11 jam semalam ditambah tidur siang di siang hari. Dari usia 4
hingga 9 tahun, anak-anak membutuhkan 9,5 hingga 11,5 jam semalam dan anak-anak
yang lebih tua serta remaja membutuhkan antara 9 dan 10 jam semalam.
Rutinitas menjelang tidur yang baik
adalah kunci untuk menenangkan anak yang sedang sakit ketika sudah waktunya
mereka harus tidur. Mandi air hangat, lampu yang redup, dan waktu tenang akan
membantu mereka rileks dan lebih tenang. Selain itu, hal-hal lain yang perlu
diperhatikan adalah membatasi penggunaan layar sebelum tidur dan menjaga sirkulasi
udara pada kamar dengan baik.
Pilih makanan yang tepat
Sistem kekebalan tubuh kita
membutuhkan bahan bakar atau sumber energi yang tepat untuk melawan infeksi,
dan penelitian memastikan bahwa makan banyak buah dan sayuran meningkatkan
fungsi kekebalan tubuh. Bahkan membuat vaksin yang telah diterima oleh anak
menjadi lebih efektif.
Nutrisi lain yang penting adalah protein
—khususnya asam amino yang disebut arginin, yang ditemukan dalam daging,
kacang-kacangan, dan buncis. Makanan ini juga mengandung banyak zinc,
yang mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan dan diare pada anak. Yoghurt
dan minuman probiotik meningkatkan kadar bakteri baik di usus, dan juga dapat
membantu mengurangi risiko infeksi pernapasan.
Berolahraga
Menjaga agar anggota keluarga tetap
aktif dapat membantu meminimalisir resiko pilek, khususnya pada anak-anak
karena olahraga membantu sistem kekebalan ‘mencari’ dan menghancurkan infeksi,
kata Dr Södergren. 'Musim dingin adalah musim saat infeksi seperti flu memiliki
kemungkinan yang tinggi untuk menginfeksi karena kita menghabiskan lebih banyak
waktu di dalam ruangan, sehingga lebih mudah menularkan infeksi virus. Namun Parent
tidak perlu khawatir jika anak-anak tidak bisa menghabiskan waktu di luar
ruangan karena cuaca yang kurang mendukung. Parent bisa melakukan
permainan yang cukup merangsang gerak anak atau mempraktekkan senam anak di
dalam rumah.
![]() |
Photo by Jakayla Toney on Unsplash |
Hindari konsumsi antibiotik yang
tidak perlu
Jangan meminta antibiotik kepada
dokter saat anak sedang pilek, karena antibiotic tidak bekerja melawan virus
yang menyebabkan pilek dan batuk, kata Dr Södergren. 'Satu-satunya hal yang
akan terjadi adalah Anda akan menambahkan diare pada gejalanya.' Antibiotik
juga dapat membuat kita lebih rentan terhadap infeksi karena mengganggu bakteri
menguntungkan di usus. Alih-alih memberi antibiotik, hal yang bisa Parent lakukan
adalah karena sebagian besar batuk dan pilek dapat diobati di rumah, Parent
harus memastikan anak mendapat waktu istirahat dan minum air yang cukup. Jika
diperlukan obat, parasetamol atau ibuprofen bisa menjadi alternatif.
'Dalam kasus yang jarang terjadi,
anak-anak mendapatkan infeksi bakteri –seperti tonsilitis streptokokus, infeksi
telinga, pneumonia –yang merupakan "komplikasi" flu,’ tambah Dr Södergren. 'Meski
begitu, dalam banyak kasus antibiotik tidak diperlukan.'
Parent dianjurkan untuk meneemui dokter
ketika gejala flu tidak kunjung membaik setelah satu pekan, jika semakin parah
setelah tiga hari, atau jika suhu tubuh anak sangat tinggi. 'Pilek atau
batuk adalah tanda bahwa sistem kekebalan bekerja untuk membersihkan tubuh dari
antigen dan lendir dan gejala ini dapat bertahan beberapa saat setelah flu
biasa,' Dr Södergren menegaskan. 'Jika gejalanya menetap selama lebih
dari 6 minggu, temui dokter.'
Jaga kebersihan!
Tips yang juga tidak boleh Parent
sepelekan adalah bagaimana kualitas kebersihan anak tetap terjaga. Pastikan
anak-anak mencuci tangan dengan sabun dan air setiap kali menggunakan toilet
dan sebelum makan. Untuk menghindari infkesi dari anggota keluarga yang sedang
sakit, jauhkan sikat gigi anggota keluarga yang lainnya dan gantilah segera
setelah gejalanya hilang. Selain itu, jangan gunakan saputangan –melainkan tisu
untuk menghindari penyebaran kuman. Kebiasaan lain yang Parent harus
perhatikan adalah cegah anak untuk menggosok mata atau mengunyah kuku. Ketika
berada di lingkungan sekolah pastikan sebelum berangkat, masukkan tisu atau
pembersih tangan ke dalam tas sekolah untuk memastikan mereka selalu dapat
membersihkan tangan.
![]() |
| Photo by Joshua Lanzarini on Unsplash |
Tapi jangan khawatir jika mereka
menjadi sedikit kotor saat anak-anak bermain. Beberapa hasil penelitian menunjukkan
bahwa terpapar kuman dan infeksi sehari-hari dapat memperkuat kekebalan tubuh,
sementara menjaga kebersihan secara berlebihan mungkin tidak memberi pengaruh
yang terlalu signifikan terhadap sistem kekebalan tubuh anak.
Itulah tadi Parent, tips
menjaga daya tahan tubuh anak saat musim penghujan seperti sekarang. Bukan
hanya anak ya yang harus menjaga kesehatan, namun Parent juga sebagai
orang yang paling banyak menghabiskan waktu bersama anak, juga harus sehat.
Oleh karenanya, perkecil kemungkinan anak terinfeksi virus dan bakteri dari Parent,
ya! Mencegah lebih baik daripada mengobati
Sampai jumpa di artikel
selanjutnya! 😊
Wassalam!



0 comments:
Posting Komentar