Assalamu’alaikum Parent!
Alhamdulillah, sejak hari senin
kemarin sudah masuk tahun ajaran baru ya. Semoga bisa menjadi permulaan yang
baik dan berkah bagi anak-anak untuk memulai ‘kembali’ aktivitas akademik
mereka ๐
Berlanjut kepada pembahasan yang kemarin
terkait bagaimana membantu anak untuk menetapkan target atau tujuan
ketika mereka memulai tahun ajaran baru di sekolah. Telah dibahas sebelumnya ya
Parent kalau manfaat yang didapatkan anak-anak ketika mereka telah
terbiasa untuk menetapkan tujuan sejak dini, Insyaallah mereka akan
tumbuh menjadi pribadi yang ‘punya arah’ –tahu apa yang mereka
inginkan dan bagaimana cara untuk mencapainya. Anak-anak juga
perlahan akan tumbuh menjadi sosok yang mandiri dan mau bekerja keras
untuk mencapai suatu tujuan.
Mengacu pada pembahasan kita yang
terakhir tentang bagaimana peran Parent selaku orangtua dalam membimbing
anak menetapkan dan mencapai tujuan mereka, berikut adalah kelanjutan tipsnya.
Brainstorming –diskusikan bersama!
Ketika Parent menginginkan
agar anak memegang kendali penuh atas tujuan yang hendak mereka capai, hal selanjutnya
yang bisa Parent lakukan adalah mendiskusikan tujuan yang akan dicapai
bersama dengan anak. Terkait hal ini, hal-hal yang bisa Parent praktekkan
adalah dengan mengajukan pertanyan, seperti mata pelajaran apa yang
anak tertarik untuk pelajari lebih dalam, kemampuan atau kekurangan
dalam hal akademik yang ingin mereka tingkatkan atau perbaiki, pelajaran
favorit atau kegiatan ekstrakurikuler favorit mereka di sekolah, dan pendapat
dari orang-orang di sekolah anak terhadap kemampuan mereka dalam hal-hal
spesifik.
Catat beberapa pertanyaan hingga
terbentuk satu tujuan yang merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan
tersebut. Untuk lebih memudahkan, Parent bisa membaginya menjadi dua,
yaitu, tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang..
Bantu anak memperbaiki
tujuannya
Setelah anak mendapatkan ide umum
untuk tujuan atau sasaran yang ingin mereka capai, langkah selanjutnya adalah mempersempit
apa yang secara spesifik ingin mereka capai—dan memastikan tujuan tersebut
layak. Inilah saat Parent dapat membantu anak dalam menyempurnakan
tujuan mereka menjadi sesuatu yang dapat dilakukan dan dicapai oleh mereka,
di tingkat kelas mereka saat ini di dalam satu tahun akademik.
Misalnya, jika mereka ingin membaca
keseluruhan seri suatu buku, bantu mereka memilih buku yang sesuai dengan
tingkat bacaan mereka. Jika mereka mengatakan ingin bergabung dengan lima klub atau
kegiatan ekstrakurikuler baru, Parent dapat merekomendasikan agar mereka
mempertimbangkan berapa banyak waktu luang yang mereka miliki dan sesuaikan kembali
dengan tujuan mereka. Jika mereka memiliki banyak keterampilan baru yang ingin
mereka kuasai, Parent boleh menyarankan agar mereka mahir dalam satu
keterampilan dahulu sebelum beralih ke keterampilan berikutnya.
Ada saatnya, Parent akan
mendapati anak memiliki tujuan yang ‘terlalu tinggi atau tidak realistis
sehingga Anda tidak yakin akan tercapai. Alih-alih memberi tahu anak bahwa
menurut Parent mereka tidak dapat melakukannya, Parent dapat
membantu menyempurnakan tujuan ini dengan cara memecahnya menjadi tujuan-tujuan
yang lebih kecil
Sebut saja, ketika anak ingin masuk
klub olahraga yang mensyaratkan tinggi tertentu, namun sayangnya anak belum
mencapai batas minimalnya. Tugas Parent adalah membuat target ‘tidak
realistis’ ini menjadi tujuan yang dapat dicapai secara perlahan. Parent bisa
menyarankan anak untuk melakukan aktivitas-aktivitas lain yang dapat membantu
pertumbuhan tinggi anak atau mengonsumsi makanan bergizi. Mungkin tidak secara
langsung membuat anak bisa mengikuti klub basket tetapi secara perlahan akan
membawa anak menuju target tersebut. Melalui hal ini, anak dapat belajar
kembali bagaimana menghargai suatu proses dalam mencapai tujuan.
Kembangkan rencana
Setelah anak menentukan tujuan
mereka, bimbing mereka melalui proses perencanaan bagaimana mencapainya.
Brainstorming seperti yang telah dijelaskan sebelumnya juga dapat Parent terapkan
dalam tahap ini. Ketika Parent mendapati bahwa tujuan atau target yang
ingin dicapai anak terlalu besar, maka bantu mereka untuk ‘merencanakan kembali’
tujuan tersebut dengan memecahnya menjadi langkah-langkah kecil atau menjadi
sebuah keterampilan-keterampilan yang diperlukan untuk mencapai tujuan besar. Untuk
lebih memudahkan, Parent bisa membuatkan jadwal khusus terkait hal ini
dan pantau anak apakah mereka konsisten mengikutinya setiap hari.
Selain itu, bentuk dukungan lain yang
bisa Parent berikan dapat berupa afirmasi positif. Memberi afirmasi
positif tentang bagaimana anak-anak telah berniat untuk mencapat satu tujuan adalah
sesuatu yang telah menempatkan mereka di jalan yang benar. Jika ingin membantu,
Parent sebaiknya harus lebih peka untuk merpertimbangkan bantuan apa –jika
ada, yang anak-anak butuhkan. Sekali lagi, beri mereka ruang untuk memikirkan dan
melakukan langkah-langkah yang akan mereka lalui saat mereka berusaha
mewujudkan tujuan mereka.
Buat pengingat visual
Pengingat visual dapat berbentuk
apa saja. Untuk anak-anak memerlukan upaya yang lebih besar untuk bisa fokus
pada langkah-langkah, akan sangat membantu jika Parent menggunakan berupa
anak-anak tangga –yang mewakili langkah atau proses yang harus anak lewati yang
akan membawa mereka pada puncaknya. Di bagian paling atas atau puncak anak
tangga tuliskan tujuan sebagai pencapaian akhir.
Dengan menggunakan model visual
seperti ini, anak akan lebih mudah membayangkan langkah-langkah kecil (atau
keterampilan) yang diperlukan untuk mencapai tujuan mereka yang lebih besar. Parent
juga bisa menggunakan cara yang lebih sederhana seperti meminta anak menuliskan
tujuannya dan menempelnya pada dinding kamar atau tempat yang sering mereka
lewati untuk semakin membulatkan tekad mereka untuk mencapainya. Intinya, dalam
bentuk visualisasi apapun yang dapat
mereka lakukan untuk mendokumentasikan tujuan mereka dan proses yang akan
mereka gunakan untuk mewujudkannya dapat menjadi langkah yang efektif.
Apresiasi kemajuan dan kesukesan anak
Setelah membuat visualisasi, Parent
perlu memantau sudah sejauh mana anak berproses. Secara berkala, lihat tangga
tujuan bersama mereka dan tandai setiap langkah yang telah mereka capai. Ajak anak
untuk 'merayakan' setiap kesuksesan kecil yang berhasil mereka capai. Ketika anak
berjumpa dengan kegagalan dalam tujuan-tujuan kecilnya, ingatkan anak bahwa hal
bernama kegagalan bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan. Berikan anak
apresiasi dan pujian atas usaha yang telah mereka lakukan. Berikan saran jika
anak mengalami kemunduran atau merasa lelah atau bosan di sepanjang jalan menyelesaikan
tujuan-tujuan kecil. Pemberian apresiasi dan semangat dapat membantu anak menjaga
momentum dan memahami bahwa kemajuan maupun kegagalan sama pentingnya yang akan
membawa mereka ke tujuan akhir atau tujuan besar.
Pengalaman dalam menetapkan target
atau tujuan saat kembali ke sekolah dapat membantu anak untuk berpartisipasi
aktif dalam lingkup organisasi yang lebih besar, dalam hal ini adalah di lingkungan
sekolah. Dengan berproses untuk mencapai target dan tujuan yang mereka miliki Parent
secara tidak langsung telah mengajari mereka bahwa mereka adalah ‘perancang
utama’ perjalanan akademis mereka. Ingatkan anak bahwa meskipun mencapai tujuan
adalah sesuatu yang bagus, mereka tidak perlu khawatir jika ada yang tidak
terpenuhi. Katakan bahwa mereka selalu dapat menyesuaikan kembali atau
menetapkan tujuan baru yang lebih baik lagi selanjutnya. Melalui pengalaman menetapkan
tujuan ini, anak dapat belajar dari tujuan yang gagal sama banyaknya dengan
tujuan yang berhasil. Tidak mencapai tujuan mengajarkan anak bagaimana menjadi fleksibel,
berpikir kritis, memecahkan masalah, resiliensi dan bagaimana mengatasi
kekecewaan dan bangkit setelahnya.
Sampai jumpa di artikel selanjutnya,
Parent ๐
Wassalam!
0 comments:
Posting Komentar