Assalamu’alaikum, Parent!๐
Sakit adalah satu fenomena yang
sepertinya dialami hampir semua manusia. Dan tergantung dari tingkat keseriusan
penyakit yang diidap, kondisi sakit bisa menjadi satu pengalaman yang
menakutkan. Bagaimana menjelaskan keadaan seseorang yang sedang sakit kepada
anak? Hal ini bisa menjadi tantangan tersendiri karena tidak seperti orang
dewasa, ada banyak hal yang belum mampu dipahami oleh anak-anak. Kondisinya
mungkin akan menjadi lebih kompleks jika yang sedang sakit adalah orang-orang
terdekat mereka, seperti ibu, ayah, saudara atau kakek dan nenek mereka.
| https://unsplash.com/photos/6pcGTJDuf6M |
Melindungi anak dari berita buruk
seperti kondisi anggota keluarga yang sedang sakit adalah hal wajar, tapi
sayangnya hal ini bukanlah ide yang bagus, jelas Claire McCarthy, MD. –seorang dokter
anak di Boston Children’s Hospital. Dokter Claire menjelaskan lebih lanjut bahwa anak-anak
dapat memahami sesuatu lebih dari apa yang disadari orang - dan kadang-kadang
dapat membayangkan hal-hal menjadi lebih buruk daripada yang sebenarnya. Penting
untuk membantu anak-anak mendapatkan pemahaman dan keterampilan atau keahlian yang
mereka butuhkan untuk meringankan penyakit orang yang dicintai, serta untuk
menghadapi masa-masa sulit yang tak terhindarkan di masa depan mereka.
Berbicara dengan seorang anak
tentang penyakit serius: langkah pertama
Tentunya kondisi setiap anak dan
setiap situasi berbeda. Namun berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dicoba
saat Parent memikirkan tentang apa yang harus dikatakan — dan bagaimana
mengatakan kondisi kesehatan seseorang kepada anak.
Pikirkan tentang tahap perkembangan
anak. Ini
adalah petimbangan yang sangat penting. Anak-anak yang lebih kecil tidak
akan mampu memahami atau menangani terlalu banyak hal, sedangkan seorang anak remaja
dapat memahami lebih banyak dan ingin serta perlu mengetahui lebih
banyak. Walaupun begitu, anak-anak yang lebih kecil bisa sangat ‘konkret’,
dan mungkin khawatir tidak hanya bahwa mereka dapat tertular penyakit, tetapi
juga karena merasa orang tersebut menjadi sakit karena kesalahan
mereka. Anak yang lebih besar dapat memahami dengan lebih baik keadaan dan
kerumitan yang terjadi di sekeliling mereka dan akan memiliki kekhawatiran yang
berbeda pula. Jika Parent tidak yakin dengan pasti pada spektrum
perkembangan mana anak Parent berada sebaiknya bicarakan dengan dokter anak.
Diskusikan terlebih dahulu dengan
pasangan. Kedua
orang tua harus setuju tentang apa yang akan dikatakan dan bagaimana akan
mengatakannya. Penting juga bagi Parent untuk berpikir bersama
tentang konteks kehidupan anak, dan bagaimana berita terkait penyakit tersebut
— akan memengaruhi mereka, sehingga Parent dapat bersiap untuk kejadian
tak terduga yang dapat terjadi selanjutnya.
Temukan waktu saat Parent bisa
duduk lama dan memberikan perhatian penuh pada anak. Parent mungkin tidak
membutuhkan waktu lama, tetapi lebih baik memilikinya daripada tidak. Pada
saat yang sama, ketahuilah bahwa ini merupakan percakapan pertama dari banyak
percakapan; Parent tidak perlu menyampaikan semua informasi sekaligus. Sampaikan
informasi secara perlahan, mungkin satu atau dua, lalu di waktu percakapan
selanjutnya Parent boleh membicarakan informasi selanjutnya.
Buat menjadi lebih sederhana dan
lugas. Karena,
bahkan anak-anak yang lebih besar pun bisa kewalahan dengan banyak informasi
yang terlalu detail. Untuk anak yang lebih kecil, buatlah informasinya sesederhana
mungkin, seperti, "Ayah sedang sakit jadi untuk sementara waktu Ayah akan
dirawat di rumah sakit. Adek bantu do’akan ya sementara dokter disana bekerja
untuk membantu Ayah untuk sehat kembali." Sedangkan untuk anak
yang lebih besar, informasi yang disampaikan mungkin dapat berupa, "Kak,
sekarang, Ayah sedang menderita kanker. Kankernya ditemukan di paru-paru. Ayah
di rumah sakit untuk pemeriksaan sementara dokter mencari cara terbaik untuk
mengobati kankernya. Do’akan Ayah, ya Kak, semoga cepat sembuh" Gunakan
istilah sederhana dan kalimat sederhana.
Jujur. Namun tidak berarti Parent perlu
menceritakan setiap informasi yang memperlihatkan bahwa orang yang sedang sakit
tersebut sangat menderita. Karena nyatanya hal ini jarang membantu. Tetapi
Parent tetap harus mengatakan bahwa itu adalah penyakit yang serius. Beri
tahu mereka apa yang mungkin terjadi selanjutnya, seperti jika orang tersebut
mungkin kehilangan rambutnya akibat kemoterapi.
Jangan sembunyikan perasaan Parent. Jika Parent sedih atau
khawatir, maka diungkapkan saja, ya Parent. Dengan demikian
anak-anak juga tahu bahwa tidak apa-apa bagi mereka untuk merasa seperti
itu. Saat Parent melewati situasi tersebut, Parent perlu
menemukan cara yang sehat untuk mengatasi kesedihan dan kekhawatiran, karena
anak akan turut memperhatikan. Jika memang diperlukan, Parent boleh
membuat janji dengan seorang ahli kesehatan mental untuk membantu Parent
dan anak.
Bicara tentang para ‘penolong’. Parent bisa mencoba
bercerita kepada anak tentang peran-peran ‘penolong’ dalam kehidupan nyata
seperti seperti petugas pemadam kebakaran yang siap membantu bahkan dalam
situasi yang menakutkan. Dari sana, kaitkanlah tentang dokter dan perawat
serta orang lain yang ada di rumah sakit yang akan membantu orang-orang yang
sedang sakit untuk bisa segera sembuh.
Berbicara tentang penyakit serius:
jawab pertanyaan dan beri ruang untuk perasaan
Bicara tentang bagaimana kondisi ‘sakit’
akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Anak-anak dari segala usia
tentu akan mengkhawatirkan hal ini. Namun, Parent bisa memberikan pemahaman
bahwa Parent juga sedang memikirkan hal tersebut dan
merencanakannya. Parent dapat melakukan brainstorming bersama
tentang cara mengelola perubahan yang diperlukan. Yakinkan anak bahwa
mereka yang sakit akan dirawat dengan baik.
Buat anak untuk mengajukan
pertanyaan apa pun yang mereka miliki. Jawablah
pertanyaan-pertanyaan itu dengan jujur.
Bersiaplah untuk reaksi apa pun. Anak-anak mungkin kesal -
tetapi mereka juga mungkin marah, atau tidak bereaksi sama sekali. Reaksi
dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti perubahan perilaku atau anak mulai
bertingkah di sekolah. Selain itu, anak-anak mungkin memerlukan waktu
untuk menyerap informasi, sehingga reaksi mereka mungkin tertunda — atau
bervariasi dari hari ke hari. Oleh karenanya, bangun kebiasaan rutin untuk
melakukan lebih banyak percakapan, berikan informasi tambahan, melihat
bagaimana keadaan anak, dan melihat apakah mereka punya pertanyaan baru yang
ingin ditanyakan.
Meminta bantuan. Ketika Parent menemukan
sesuatu yang tidak biasa, Parent jangan langsung bertindak ya dan segera
bicarakan dengan para profesional seperti dokter anak. Jika perlu, Parent
boleh meminta untuk dibuatkan rujukan ke ahli kesehatan mental. Parent
juga bisa mendapatkan support dari kumonitas setempat, seperti
misalnya, kelompok pengajian atau komunitas lainnya.
Ada pepatah yang mengatakan bahwa dibutuhkan
seluruh anggota desa untuk membesarkan seorang anak, dan ini terutama terjadi
ketika seseorang yang disayang oleh seorang anak sedang sakit. Tetap semangat
ya Parent –terutama bagi Parent dan keluarga yang saat ini sedang
berjuang melawan satu penyakit. Sebagai manusia kita ikhtiarkan yang terbaik
dan serahkan hal-hal yang berada di luar kendali kita kepada Allah SWT.
Sampai jumpa di artikel selanjutnya
๐
Wassalam!
Referensi:
McCarthy C, MD. (14 Januari 2020). How
to Talk to Children About the Serious Illness of a Loved One. Blog Harvard
Health. https://www.health.harvard.edu/blog/how-to-talk-to-children-about-the-serious-illness-of-a-loved-one-2019120218468.
0 comments:
Posting Komentar